Allah Jamin Rizkiku, Aku tak Perlu Khawatir tak Tercukupi

Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman:

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ                

Artinya:Dan jika Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Rizki, suatu persoalan yang selalu menjadi bahan yang tak pernah bosan untuk dicari, di omongkan bahkan karena rizki keluarga berselilih dengan tetangga, teman dengan kerabat, tak jarang anak dan orang tua bertengkar karena masalah rizki.

 Melalui persoalan rizki ini saya jadi terinspirasi untuk menulis sebuah cerita yang semoga mampu menyadarkan kita bahwa setiap Makhluk yang Allah ciptakan mempunyai rizkinya masing-masing sesuai dengan porsinya masing-masing pula.

Sesuai dengan Firman Allah Subhanahu Wata’ala.

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (QS. HuD:6).

***

Bislimillahirohmanirrohim.

Rasanya sulit memenuhi kebutuhan pribadi hanya dengan penghasilan 1 Juta perbulan namun aku bukanlah orang yang suka mengenakan barang-barang yang kebanyakan wanita kekenakan, aku gadis sederhana tanpa memakai alat-alat makeup atau lainnya, namun aku gadis yang sangat menyukain berbagai jenis makanan, bisa dibilang uang yang ku punya habis untuk ku gunakan beli makanan. Namun semua berubah sejak dua bulan yang lalu. Aku terpaksa menjadi tulang punggung keluarga karena orang tua dan kakak ku kehilangan mata pencahariannya karena masalah pandemic yang terjadi saat ini.

Jujur aku tidak tahu harus bagaimana, penghasilan yang hanya segitu mana cukup? untuk sendiri saja rasanya masih kurang apalagi untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga. Aku benar-benar bingung namun aku juga tidak mau merepotkan orang lain. Pernah teman menawarkan agar aku memakai uangnya dulu namun aku adalah orang yang paling tidak bisa berhutang alhasil aku tidak menerima tawarannya.

Suatu malam aku merenung memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan kakakku. Selain memberikan uang untuk ibuku aku juga harus berbagi dengan kakak dan adikku. Mereka juga punya kebutuhan masing-masing. mereka terbiasa dengan keadaan yang cukup berada dan berpenghasilan lumayan tinggi bahkan akupun selalu mendapat jatah setiap bulan dari kakak ku.

Aku berusaha mencari jalan keluar untuk menghadapi persoalan ini, bagaimana memenuhi semua kebutuhan keluarga dan alhasil aku begadang semalaman karena hal itu.

Esok harinya aku coba untuk mengabaikan masalah itu, belajar menyelasaikan masalah tanpa menganggap masalah itu masalah.

Saat sedang rebahan sambil bermain ponsel, aku teringat akan pesan seorang ustadzah yang mengatakan “ rizki setiap hamba telah Allah jamin, jadi jangan pernah risau tidak mendapat rizki”.

Entah kenapa kata itu seolah menjadi mantra yang mampu mengusir rasa cemas dalam hatiku dan berganti menjadi seulas senyuman, ya aku tersenyum karena aku hampir saja melupakan Allah yang Maha Pemberi rizki. Hampir saja aku menjadi hamba yang Kufur atas nikmat yang Allah berikan selama ini.

Aku bangun dari posisi rebahanku dan mengambil buka catatan lama saat aku mengikuti kajian online beberapa waktu lalu yang membahas tentang keajabain rizki. Dalam catatan itu tertulis sebuah firman Allah SWT.

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (QS. HuD:6).

Ku amati setiap kata, ku coba pahami baik-baik makna dari firman Allah SWT. tersebut. Lagi-lagi aku tersenyum kali ini bukan senyum karena hampir lupa lagi, namun senyuman takjub. Betapa Allah itu luar biasa, mengatur setiap rizki untuk banyaknya makhluk ciptaanNya, dari manusia, hewan hingga tumbuhan. aku bahkan sempat berpikir apa para malaikat juga butuh makan? Tapi bukannya Malaikat itu tidak mempunyai Hawa Nafsu? Tuh kan, pikiran ku melayang kemana-mana.

Kembali ke Firman Allah tadi, aku akhiranya sadar aku tidak perlu khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga ku, tidak bisa memenuhi keinginan kulinerku, karena semua sudah Allah jamin. Ya aku percaya dan sangat yakin aku tidak akan kekuranga apapun. Begitupun keluarga ku semua kebutuhan pasti sudah Allah siapkan tinggal menunggu Allah kasih saja kan?

Dalam catatan berikutnya aku menemukan tulisanku yang berbunyi “selalu berkata yang baik, berpikir yang baik, dan melakukan yang baik maka sesuatu yang baik akan mendatangimu”

Kata-kata itu yang selalu aku tanam dalam hati dan pikiranku, selalu coba aku terapkan dalam kehidupan sehari-hari, berkata yang baik, berpikiran yang baik, dan berusaha melakukan sesuatu yang baik. Gampang bukan? Ya sangat. tapi kadang masih suka berkata dan berpikiran buruk. Kenapa seperti itu karena setiap kata adalah Do’a dan kita tidak pernah tahu Do’a dari mulut orang yang mana yang akan Allah kabulkan bukan?

Maka dari itu setiap mengatakan sesuatu aku selalu berusaha untuk mengatakan perkataan yang baik-baik saja.

Seperti kemarin temanku ingin meminjam uang untuk membayar sewa kosnya. Jujur aku sedang tidak punya uang untuk memberinya pinjaman, namun sebisa mungkin aku terlihat tenang dan berpikir dari mana aku mendapatkan uang untuk membantu temanku itu. Akhirnya dengan berat hati aku sampaikan padanya bahwa saat ini aku sedang tidak memegang uang. aku ingat kata-kata ku waktu itu

“Wi maaf sekarang aku lagi gak pegang uang, aku punya uang Cuma lagi gak sama aku uangnya, nanti kalo uangnya udah di aku, aku kabarin ya” ujarku waktu itu. Dan syukurnya lagi dia mau memahami keadaanku waktu itu.

Aku sama sekali tidak mengatakan aku tidak punya uang meskipun saat itu aku benar-benar tidak punya uang.

Dan tidak ku sangka-sangka seminggu setelah itu aku mendapat rizki yang tidak pernah aku bayangkan jumlahnya. Lewat kejadian itu aku ingat dengan Firman Allah SWT :

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At-Thalaq:3)

Ya, memang Allah sudah atur segalanya. Sekali lagi aku semakin yakin aku tak akan kekurangan karena Allah Maha Kaya yang telah menjamin rizki setiap Hambanya.

Dalam catatan selanjutnya aku menemukan tulisan yng tak kalah indahnya dari tulisan sebelumnya, tulisan itu berbunyi “saling mendoakan, minta orang lain mendo’akan kita dan kita harus mendo’akan orang lain, karena kita tidak pernah tahu do’a siapa yang akan Allah kabulkan”.

Kata-kata itu indah bukan? Dimana dalam tulisan itu aku diingatkan untuk tidak melupakan orang lain. Selalu ingat untuk mendo’akan orang lain, entah itu orang tua, keluarga, tetangga, teman, orang yag aku kenal maupun orang yang tidak ku kenal, bahkan ketika menemui orang dijalan do’akan ia.

Aku ingat kata ustadzah yang mengisi kajian waktu itu, “jika kita mendo’akan kebaikan untuk orang lain maka kebaikan itu akan Kembali kepada orang yang mendo’akan”.

Misalkan aku mendo’akan orang agar mendapat rizki yang melimpah maka secara tidak langsung Do’a itu untuk diriku sendiri. Dan kebaikan dari Do’a itu akan Kembali padaku.

Pernah sekali aku bertemu seorang yang sedang mencari barang bekas alias sedang mulung secara spontanitas aku mendo’akan semoga orang itu diberi rizki yang melimpah oleh Allah. Namun kejutan besar malah menghampiriku. Ketika tiba dirumah aku mendapat hadiah yang sungguh tidak pernah ku sangka sama sekali. Bukankah Allah sangat baik? Aku berdo’a untuk orang lain tapi Allah malah memberikan permintaanku untuk orang lain untuk diriku sendiri.

Mungkin akan ada yang percaya dan tidak percaya tapi memang begitulah kenyataannya. Allah memberikan kita sesuatu karena kita yakin Allah sangat mampu melakukan apapun tanpa kita sadari.

Pernyataan diatas sesuai dengan hadist Nabi SAW berikut ini

اُدْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ                                 

Artinya: Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi).

Bukankah hadist itu menjelaskan Ketika berdo’a kita harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan do’a kita? Lantas mengapa ketika bero’a kita sering sekali ragu bahkan tidak percaya jika do’a itu akan cepat terkabul.?

Mungkin salah satu penyebab do’a itu sulit terkabul salah satunya karena kita masih ragu terhadap kuasa Allah.

Bagaimana dengan kalian, sudahkan kalian yakin Allah akan mengabulkan doa kalian?

***

           Cerita di atas mengajarkan kita untuk selalu yakin bahwa Allah tidak akan pernah salah dalam memberikan rizki kepada semua Makhluk ciptaannya. Ingatkah kita bahwa Rizki, Ajal, dan Jodoh telah Allah atur dan menjadi rahasiaNya.?

Perlu kita ketahui bahwa rizki itu tidak hanya berupa uang dan makanan saja, namun sangat banyak bahkan mungkin kita tidak akan mampu untuk menghitungnya, sebagai contoh tadi pagi Ketika terbangun kita masih bisa bernafas itu merupakan rizki, masih sehat itu rizki, masih mampu berbicara saling bertegur sapa dengan keluarga dan teman itu rizki, termasuk saat ini saya menulis cerita inipun merupakan rizki untuk saya bisa menulis cerita yang semoga mampu menjadi pengingat untuk kita semua.

Inti dari cerita ini adalah janganlah takut tidak kebagian rizki karena rizki kita hari ini, esok, lusa hingga kita masuk liang lahat telah Allah tentukan bentuk dan jumlahnya dan tidak akan pernah tertukar dengan yang lain.

Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur karena semakin kita bersyukur semakin banyak nikmat Allah yang akan kita peroleh.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد

Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim:7)

Komentar